| ilustrasi |
“Kita yang hadir disini memiliki kewajiban yang sama untuk sama sama peduli dan membantu saudara saudara kita yang ada di Palestina. Kita juga hadir disini , untuk sama sama memperjuangkan Masjid Al-Aqsha dari cengkraman zionis Israel” ujar Fahrudin Alwi sebagai korlap aksi.
Forum Silahturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) selaku panitia agresi memulai program agresi dengan melaksanakan sholat zuhur berjamaah seluruh penerima agresi di Masjid Al Bina , tempat Gelora Bung Karno yang kemudian bergerak menuju gedung DPR/MPR.
Ketua koordinator lapangan Aksi memberikan bahwa untuk pertama kalinya semenjak 1969 , umat Islam di Palestina kembali dilarang untuk melaksanakan shalat Jumat yang selanjutnya disusul pelarangan shalat 5 waktu berikut pelarangan dikumandangkannya Adzan di Masjid Al-Aqsha sebagai kiblat pertama Ummat Islam ini.
“Kepada seluruh penerima agresi yang mengikuti agresi kali ini , saya meminta kepada kita semua yang ikut agresi ini untuk sama sama meluruskan niat keikutsertaan kita di agresi ini hanya sebab Yang Mahakuasa saja dan selalu mengingat Yang Mahakuasa dalam setiap usaha dan langkah-langkah agresi kita ,” ujar Fahrudin.
Aksi Solideritas Kepada Al Aqsa ini selain di inisiasi oleh FSLDK juga didukung dan diikuti oleh banyak sekali perwakilan organisasi dan lembaga lembaga keIskaman yang ada menyerupai dari : BKPRMI , JPRMI , PP Pemuda Al-Irsyad , PP Pemuda PUI , KAMMI , KNRP , ADARA , RISKA , KAPMI , Pemuda Muslimin Indonesia , Gema Mathla’ul Anwar dan Syabab Hidayatullah.
“Kami berharap biar agresi yang dilakukan ini mampu membuat semua pihak mampu turut terlibat membantu pembebasan Al Aqsa dan kemerdekaan bangsa Palestina dan cengkeraman penjajah zionis Israel , laknatullah ,” pungkas Fahrudin.
Sumber: panjimas
