Ini Cara Tepat Cegah Munculnya Jerawat di Kepala

Juli 28, 2017
Ilustrasi

Umumnya jerawat timbul di wajah ataupun punggung, tapi tak menutup kemungkinan jerawat juga bisa timbul di kulit kepala lho! Meski jerawat ataupun berupa benjolan kecil di kulit kepala tidak terlihat namun keberadaannya cukup mengganggu karena gatal dan sakit pada kulit kepala ketika menyisir rambut.

Lalu bagaimana 'mengusir' jerawat ataupun benjolan kecil yang membandel yang tumbuh di kulit kepala?

Meski ukurannya kecil, tumbuhnya jerawat baik di wajah, punggung ataupun kulit kepala sangat mengganggu. Tidak hanya mengganggu penampilan, tumbuhnya jerawat ataupun benjolan kecil pada kulit kepala bisa menimbulkan rasa gatal dan sakit.

Menurut dr. Andi Nurul Astuti, dokter kecantikan, ada beberapa jenis benjolan kecil yang ada di kulit kepala. Benjolan berupa bintil putih kemungkinan hanya komedo, benjolan yang sudah menjadi merah disebut papul, dan jika warnanya kekuningan dengan bagian atas berwarna merah atau putih disebut pustul.

Ukuran papul dan pustul kurang dari 0,5 cm dan belum ada isinya. Sedangkan benjolan yang berukuran lebih besar disebut nodul, yang berukuran 0,5-1 cm.

Jerawat bisa timbul karena seseorang kurang menjaga kebersihan di daerah kulit kepala.

Dengan demikian jika produksi kelenjar minyak berlebih, sel-sel kulit mati dan bahan lain dapat menyumbat pori-pori, lalu bisa timbul peradangan yang disebabkan oleh bakteri, perubahan hormonal dan stres.

Adapun cara perawatan yang tepat untuk mencegah timbulnya jerawat di kepala yakni menjaga kebersihan dengan keramas setiap dua hari sekali, menggunakan sampo yang sesuai dengan jenis rambut.

Jika Anda memakai penutup kepala atau kerudung, maka harus lebih memerhatikan kebersihan rambut, serta hati-hati ketika menggaruk kulit kepala bila timbul rasa gatal. Pasalnya, bisa melukai kulit kepala dan memperbesar timbulnya infeksi.

Bisa juga dengan mengoleskan gel dan bahan yang mengandung asam salisilat, serta perawatan menggunakan bahan alami seperti aloe vera, daun ketepeng kebo (Cassia atala), tea tree, dan jambu biji, daun sirih.

Asam salisilat dapat membantu proses pengangkatan sel-sel kulit mati, dengan cara mengoleskan atau menggunakan produk sampo yang mengandung bahan tersebut untuk keramas.

Sementara bahan alami seperti aloe vera dan ketepeng kebo berfungsi sebagai antibakteri dan antiseptik. Caranya, ambil bahan aloe vera atau ketepeng kebo secukupnya, kemudian ditumbuk atau diblender sampai halus.

Setelah halus barulah dioleskan pada kulit kepala secara merata, lalu didiamkan selama kurang lebih 10-15 menit agar bahan-bahan tersebut meresap ke dalam kulit kepala, lalu kulit kepala dicuci hingga bersih.

Jika perawatan tersebut dilakukan secara rutin dua kali sehari, maka setelah pemakaian selama kurang lebih satu minggu jerawat yang ada di kulit kepala akan hilang. Karena berbahan alami, maka tidak ada efek samping yang membahayakan.

Meski demikian, untuk menghindari timbulnya alergi sebelum menggunakan bahan alami tersebut sebaiknya Anda mencoba terlebih dulu pada bagian kulit yang kasar seperti tangan. Jika saat menempelkan ke tangan timbul reaksi alergi, sebaiknya pemakaian tidak diteruskan.

Sementara cara modern, bisa dengan treatment photodinamic therapy (PDT) di daerah kepala. PDT adalah treatment yang menggunakan terapi sinar biru, yang dapat membantu membunuh kuman penyebab jerawat dan mengurangi reaksi peradangan yang ada.

Prosesnya pada daerah rambut atau kulit kepala disinari dengan PDT selama kurang lebih 20 menit. Selama pengerjaan Anda akan merasa nyaman dan tidak timbul rasa sakit atau iritasi. Sebaiknya treatment ini dilakukan rutin seminggu dua kali, setelah rutin pemakaian selama 1-2 bulan hasilnya sudah terlihat yaitu jerawat di kulit kepala akan hilang.

Sumber: netralnews

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar