Bekasi- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan alasannya kenapa partai yang dipimpinnya , termasuk PKS , Demokrat dan PAN menolak ikut pengakuan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang salah satunya memutuskan Presidential Threshold.
Hal disampaikan Prabowo dikala bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY , di Cikeas , Bogor , tadi malam. Alasan Prabowo , Gerindra serta partai yang memilih walk out karena tidak ikut bertanggung jawab dan alasannya tidak mau ditertawakan sejarah.
Mengomentari hal ini , Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa Indonesia sudah dua kali pemilu presiden (Pilpres) menggunakan Presidential threshold 20%. "2009 dan 2014 kenapa dulu tidak ramai ," ujar Jokowi usai peluncuran kegiatan pendidikan vokasi Industri di Cikarang , Bekasi , Jumat (28/7/2017).
Jokowi menilai , penyederhanaan sistem pemilu penting untuk visi politik ke depan. Menurutnya , jikalau Presidential Threshold menjadi 0% , maka semua partai politik mampu mencalonkan seorang calon presiden.
Politikus PDIP ini berharap , masyarakat harus mengerti proses politik yang terjadi dan jangan seperti penerapan Presidential Threshold kepentingan pihak-pihak tertentu. Menurutnya , Presidential Threshold diputuskan DPR secara aklamasi.
"Nah lah yang harus dilihat oleh rakyat. Makar ya silakan dinilai , kalau masih ada yang tidak baiklah , kembali lagi mampu ke MK. Inilah negara demokrasi dan negara hukum yang kita miliki ," tukasnya.
Sumber: sindonews
Sumber: sindonews

