Prabowo Tidak Ingin Ditertawakan Dalam Sejarah Indonesia

Juli 28, 2017

Bekasi- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan alasannya kenapa partai yang dipimpinnya , termasuk PKS , Demokrat dan PAN‎ menolak ikut pengakuan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang salah satunya memutuskan Presidential Threshold.

Hal disampaikan Prabowo dikala bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY , di Cikeas , Bogor , tadi malam. Alasan Prabowo , Gerindra serta partai yang memilih walk out ‎karena tidak ikut bertanggung jawab dan alasannya tidak mau ditertawakan sejarah.

Mengomentari hal ini , Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎menjelaskan bahwa Indonesia sudah dua kali pemilu presiden (Pilpres) menggunakan Presidential threshold 20%. "2009 dan 2014 kenapa dulu tidak ramai ," ujar Jokowi usai peluncuran kegiatan pendidikan vokasi Industri di Cikarang , Bekasi , Jumat (28/7/2017).

Jokowi menilai , penyederhanaan sistem pemilu penting untuk visi politik ke depan. Menurutnya , jikalau Presidential Threshold menjadi 0% , maka semua partai politik mampu mencalonkan seorang calon presiden.

Politikus PDIP ini berharap , masyarakat harus mengerti proses politik yang terjadi dan jangan seperti penerapan Presidential Threshold kepentingan pihak-pihak tertentu. Menurutnya , Presidential Threshold diputuskan DPR secara aklamasi.

"Nah lah yang harus dilihat oleh rakyat. Makar ya silakan dinilai , kalau masih ada yang tidak baiklah , kembali lagi mampu ke MK. Inilah negara demokrasi dan negara hukum yang kita miliki ," tukasnya.

Sumber: sindonews

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar