ilustrasi
Kalau timbunan sampah menjadi masalah di negara-negara berkembang, Swedia justru menganggap limbah sebagai berkah. Di saat negara lain -termasuk Indonesia- pusing mengatasi masalah sampah yang menggunung, Swedia justru menginginkan sampah.
Sejak beberapa tahun terakhir negara itu telah mengimpor 700 ribu ton sampah dari negara lain termasuk negara-negara Eropa seperti Inggris.
Swedia punya sistem pengolahan sampah yang canggih. Dilansir The Huffington Post, Swedia menerapkan manajamen sampah dengan konsep waste-to-energy (WTE). Di sini limbah rumah tangga diolah lewat proses pembakaran. Uap panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran ini lalu dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Kemudian listrik didistribusikan ke rumah-rumah di seluruh negeri.
Pembangkit listrik berbahan bakar sampah ini telah memasok kebutuhan panas bagi 950.000 rumah tangga dan memenuhi kebutuhan listrik bagi 260.000 rumah tangga di seluruh Swedia.
Sumber: medantalk

