ilustrasi
LAS VEGAS - Peneliti keamanan yang menutup penyebaran ransomware WannaCry yang merajalela pada Mei 2017, ditangkap beberapa hari lalu. Ia ditahan lantaran diduga menciptakan virusnya sendiri.
Marcus Hutchins atau yang lebih dikenal sebagai MalwareTech ditangkap di Las Vegas ketika hendak naik pesawat pulang ke Inggris. Hutchins berada di Vegas untuk Defcon, sebuah konferensi yang terdapat hacker, pakar keamanan, dan peneliti berkumpul untuk berbagi informasi.
US Marshals menahan Hutchins di Bandara Internasional McCarran dan ia ditahan di kantor lapangan FBI di Las Vegas. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh Hutchins menciptakan dan mendistribusikan Kronos, trojan perbankan Rusia yang pertama kali muncul pada 2014 dan mencuri dari bank-bank online.
Menurut surat dakwaan Hutchins, peneliti dan mitra yang tak disebutkan namanya menjual Kronos di darknet, termasuk di AlphaBay, pasar yang baru saja ditutup. Surat dakwaan sendiri diajukan pada 12 Juli, sembilan hari sebelum Hutchins tiba di AS untuk Defcon.
Menurut seorang sumber yang dikutip dari Cnet, Jumat (4/8/2017), penyidik telah menyelidiki Hutchins selama dua tahun terakhir. Tuduhannya terkait dengan dugaan penjualan antara Juli 2014 hingga Juli 2015.
Menurut Departemen Kehakiman, Trojan Kronos bisa mencuri informasi username dan password di situs perbankan dan digunkana di Kanada, Jerman, Polandia, Prancis, dan Inggris.
Hutchins dituduh melakukan konspirasi untuk melakukan kecurangan dan penyalahgunaan komputer, mendistribusikan perangkat intersepsi komunikasi elektronik, dan mencoba mengakses komputer tanpa otorisasi.
Nama Hutchins mencuat sejak berhasil menemukan sebuah kill switch yang dibangun di dalam ransomware WannaCry. Virus yang mengurung komputer dan menuntut pembayaran USD300, menyebar hingga Hutchins menemukan detail dalam kode yang memungkinkannya untuk menghentikan infeksi di masa depan hanya dengan mendaftarkan nama domain.
Sumber: okezone

