![]() |
| ilustrasi |
Elit empat parpol bereaksi keras. Jubir Partai Demokrat, Rachland Nashidik menyebut provokasi Victor Laiskodat berbahaya karena membangun kesalahpahaman yang dapat memicu konflik agama di NTT. “Provokasi itu berbahaya karena membangun kesalahpahaman yang dapat memicu konflik agama di NTT,” demikian salah satu pernyataan Rachland dalam kultwit panjang di akun Twitter @ranabaja.
Waketum Gerindra, Fadli Zon di akun @fadlizon menegaskan: “Pernyataan Ketua Fraksi Partai @NasDem dalam pidato di NTT telah masuk ranah SARA, juga fitnah yang kejam pada @Gerindra. Provokasi bodoh dan murahan.”
Sedangkan Waketum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menyebut pernyataan Victor Laikodat dalam video yang beredar itu telah menyulut permusuhan kepada partai politik lain dan memicu kebencian antarumat beragama.
Tak kalah sengit, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menegaskan, pernyataan Victor Laiskodat bukan hanya fitnah, tetapi menyebarkan sikap permusuhan yang disampaikan oleh petinggi partai yang menggunakan nama demokrasi.
Menyikapi tudingan Victor Laiskodat dan sikap elit Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat, pengacara senior Mahendradatta menegaskan bahwa, orang seperti Victor sumber konflik dan radikalisme. “Betul, ya orang seperti itu sumber konflik dan radikalisme,” tulis Mahendradatta di akun @mahendradatta meretwet tulisan bertajuk: “Iwan Sumule: Orang Seperti Victor Laiskodat Sangat Berbahaya”.
Terkait hal itu, Mahendradatta menegaskan, biar proses hukum yang adil dan tidak berfihak yang menyelesaikan kasus Victor Laikodat. “Biar hukum yang adil dan tidak berfihak yang selesaikan,” tulis Mahendradatta di akun @mahendradatta, meretwet tulisan bertajuk “Siang Ini, Gerindra Laporkan Politisi Nasdem VBL Ke Bareskrim Polri”.
Sumber: itoday

