Benarkah Ekonomi Nasional Sudah Sangat Memburuk Sehingga Pemerintah Terpaksa 'SIKAT' Dana Haji... Katanya Dulu Dananya Ada???

Juli 27, 2017

Ekonom Universitas Brawijaya atau Unibraw Candra Fajri Ananda menilai , impian pemerintah untuk memanfaatkan dana haji sebagai upaya menyelesaikan proyek infrastruktur tanpa mempersempit ruang fiskal.

Dana haji ini merupakan dana lunak dan tidak beresiko bagi negara. Dengan kemampuan investasi mencapai Rp80 triliun dari dana haji , akan sangat kuat dalam hal menyakinkan publik ditengan penurunan daya beli.

“Sasi perekonomian kita menyampaikan perlambatan dimana konsumsi masyarakat mulai menurun , transaksi retail kendaraan beroda empat , properti mengalami penurunan. Belum lagi kasus beras yang memperburuk sasi dimana inovasi-inovasi pengusaha malah dipermasalahkan ,” kata beliau kepada Aktual.com , Kamis (27/7).

“Hal paling penting ketika ini ialah menjaga masyarakat tetap percaya dengan Pemerintah dan daya beli nya dipertahankan melalui inflasi yang tetap rendah , subsidi yang sempurna , khusus untuk subsidi pendidikan dan kesehatan perlu diawasi terus ,” ujarnya.

Sebagaimana perkiraan Anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji atau BPKH Anggito Abimanyu bahwa menjelang simpulan tahun dana haji bisa mencapai Rp Rp 100 triliun. Dari jumlah tersebut bisa dilepas sebanyak Rp 80 triliun.

“Dana yang bisa diinvestasikan kurang lebih Rp 80 triliun , 80 persen (dari total dana haji) ,” kata Anggito Abimanyu.

Sebagaimana telah dikatakan , Presiden Joko Widodo ingin biar dana haji bisa diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur yang diperkirakan akan menguntungkan.

Hal ini disampaikan Jokowi usai melantik Anggota Dewan Pengawas dan Anggota BPKH di Istana Negara , Jakarta.

Sumber: aktual

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar