![]() |
| ilustrasi |
Komentar Erdogan yang akan memicu ketegangan gres muncul ketika para pemimpin muslim menyerukan orang-orang Palestina untuk melanjutkan salat dan protes di luar kompleks Masjid Al-Aqsa. Seruan untuk memprotes CCTV Israel yang masih terpasang di pintu masuk kompleks masjid suci.
Sebelumnya , Israel telah melepas detektor logam di pintu masuk kompleks masjid. Dua alat sebelumnya diterapkan Israel sebagai aturan gres setelah dua polisi Israel tewas oleh serangan tiga pria bersenjata di daerah ss suci Yerusalem pada 14 Juli lalu.
Protes yang digelar setiap ketika bahkan di malam hari telah memicu konfrontasi antara demonstran Palestina dengan pasukan Israel.
Berbicara di sebuah konferensi di Ankara hari Rabu , Erdogan mengatakan; ”Israel merusak huruf Islam Yerusalem. Tidak ada yang harus mengharapkan kita untuk tetap membisu melawan standar ganda di Yerusalem ,” katanya , yang dilansir Reuters , Kamis (27/7/2017).
Menurutnya , Turki tidak dapat mentolerir batasan yang ditempatkan pada umat Islam yang mengunjungi ss tersebut untuk salat.
Al-Aqsa merupakan salah satu ss tersuci umat Islam dan simbol bagi orang-orang Palestina yang memperjuangkan kemerdekaan untuk negara mereka. Namun di ss Al-Aqsa pula diyakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil suci umat Yahudi.
Ss yang terletak di Yerusalem Timur diduduki Israel usai perang tahun 1967. Lantaran diperebutkan , kompleks Masjid al-Aqsa dalam posisi status quo.
Kontrol Israel dengan peralatan keamanan dding sebagai cara Israel untuk mengubah status quo dan merebut ss suci. Tapi , Israel menyangkalnya.
Rentetan komentar keras Erdogan semenjak beberapa hari lalu telah membuat Israel terusik. Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Turki berperilaku seakan-akan Kekaisaran Ottoman masih ada.
”Tidak masuk nalar bahwa pemerintah Turki , yang menduduki Siprus utara , secara brutal menindas minoritas Kurdi dan memenjarakan wartawan , menguliahi Israel , satu-satunya (negara) demokrasi sejati di daerah ini ,” kata juru bicara kementerian , Emmanuel Nahshon.
Sumber: Sindonews

