Mantan Relawan Jokowi Nyatakan, Menteri Sri Tampakkan Wujud Aslinya Setelah Menyindir Rakyat Indonesia Bermental Gratisan

Juli 27, 2017
ilustrasi
Mantan Relawan Joko Widodo alias Jokowi pada Pilpres 2014 Ferdinand Hutahaean menilai , sindiran Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa rakyat Indonesia bermental gratisan sangat disayangkan. Itu pertanda di internal pemerintahan Presiden Jokowi ada yang tidak mengerti dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

“Sri Mulyani harusnya mengerti dan paham wacana Pancasila dan UUD 45. Infrastruktur , pendidikan dan kesehatan yaitu amanat dari UUD 45 , negara wajib memelihara rakyatnya sebagai wujud kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat ,” kata Ferdinand ketika dihubungi aktual.com , di Jakarta , Kamis (27/7).

“Nah ini point yang tidak dipahami oleh Sri Mulyani dan beliau harus berguru lagi wacana ini.”

Masih dikatakan beliau , sindiran Sri Mulyani juga pertanda bahwa sikap dan pendirian aslinya sebagai liberalis sejati. “Saya sangat kuatir terkait masa depan bangsa ini kalau diurus oleh orang yang punya fatwa menyerupai Sri Mulyani. Ini bahaya..!!”

“Sri Mulyani saya sarankan minta maaf dan mundur dari posisinya sebagai menteri keuangan ,” ketus tokoh rumah amanah rakyat (RAR) .

Tidak hanya , Ferdhinand juga mengaku heran sekelas Sri Mulyani yang sangat cerdas justru mengalami IQ yang drop di pemerintahan Jokowi. “Satu lagi yang bikin saya heran yaitu , kenapa sepertinya IQ Sri Mulyani drop setelah jadi menteri di masa Jokowi , dulu kinerjanya cantik ketika dipimpin oleh SBY.”

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perlu perjuangan dan kerja sama dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik dalam banyak sekali bidang. Dia pun menyindir masyarakat yang memiliki mental ‘gratisan’ dalam membangun Indonesia.

“Kita harus bangkit dan kita harus mulai sekarang. Memang besar biayanya. Tapi tidak ada harapan yang tercapai gratis ,” katanya dalam Acara Supermentor ke-20 yang bertajuk ‘Indonesia’s Great Prosperity Ahead: Will It Happen? Win It Be Yours?’ , di Djakarta Theater , Jakarta Pusat , Selasa (25/7).

“Mental gratisan mental yang sangat buruk. Di Republik ini ada cukup banyak yang punya mental . Semua maunya gratis.”

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta masyarakat harus sadar bahwa menimbulkan Indonesia lebih baik yaitu tanggung semua manusia Indonesia , bukan hanya pemerintah saja. “Mengubah contoh instsi bahwa mereka pelayan , juga (mengubah) mental masyarakat yang semuanya maunya gratisan.”

Selain , beliau juga menambahkan masyarakat menjadi peka dan terlibat dalam pengawasan aktivitas pemerintah. Sebab , tujuan kebijakan yaitu untuk kepentingan bersama.

“Bukan uangnya Sri Mulyani , ini uangnya negara , uang masyarakat. Karena masyarakat perlu kritis untuk koreksi jadi lebih baik. Boleh menuntut hak , tapi kewajiban juga harus dilakukan.”

Sumber: aktual

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar