![]() |
| ilustrasi |
Presiden Joko Widodo (Jokowi) inginkan dana haji yang nilainya sekitar Rp 90 triliun mampu dioptimalkan untuk mendorong pembangunan , menyerupai infrastruktur. Ia bahkan mampu menjamin dana tersebut aman dari banyak sekali risiko terburuk.
"Taruh saja misalnya di pembangunan jalan tol , aman enggak akan rugi , yang namanya jalan tol enggak akan rugi , enggak akan hilang ," kata Jokowi dalam program Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Istana Negara , Jakarta , Kamais (27/7/2017).
Dana pembangunan dari pemerintah memang terbatas. Sementara Indonesia membutuhkan banyak infrastruktur semoga menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
"Rp 93 triliun yang ini jikalau dimanfaatkan dengan baik , ditaruh di tempat-tempat yang menawarkan keuntungan yang besar , juga akan mempercepat pembangunan negara kita ," jelasnya.
Hal ini bukan hanya ada di Indonesia saja , melainkan banyak negara. Paling akrab saja yakni Malaysia , berani menempatkan dana haji untuk perkebunan yang memiliki risiko sangat besar.
"Tabung haji di Malaysia ditaruh di perkebunan , perkebunan masih ada risikonya , kebakar atau enggak keluar apanya ini , akibatnya , buahnya , mampu ," terang Jokowi.
"Tapi jikalau jalan tol , pelabuhan , airport , enggak akan ada ruginya. Dan sudah gue sampaikan semoga dana haji kita berikan peluang untuk dananya di taruh-taruh yang enak-enak saja , yang enak-enak ditaruh , yang risiko jangan , sebab ini dana umat , hati-hati ," tandasnya.
Sumber: detik
Sumber: detik

