Wow... Prabowo Lagi Nyindir Siapa Nih? Silahkan Berkuasa Sampai 10-20 Tahun dan Sejarah Akan Menilai

Juli 28, 2017
ilustrasi
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik keras Undang-Undang Pemilu yang gres saja disahkan DPR pada 20 Juli 2017 lalu. Kritik keras djukan Prabowo terhadap ketentuan ambang batas pemilihan presiden atau presidential threshold.

Dalam UU Pemilu , partai atau gabungan partai gres mampu mengajukan calon presiden-calon wakil presiden kalau memperoleh 20 persen bangku dewan legislatif atau 25 persen bunyi nasional.

"Presidential threshold 20 persen , menurut kami , ialah dagelan politik yang menipu rakyat Indonesia ," ujar Prabowo usai bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY , Puri Cikeas , Bogor , Jawa Barat , Kamis (27/7/2017) malam.

Prabowo mengatakan bahwa pemilu merupakan hal yang penting untuk mengukur kualitas demokrasi suatu negara.

Karena , kata Prabowo , Fraksi Partai Gerindra tidak ingin terlibat dalam pengukuhan UU Pemilu yang mampu merusak demokrasi sendiri , terutama ketentuan ambang batas pilpres.

"Kita tidak mau ikut bertanggung jawab , tidak mau ditertawakan sejarah. Silakan berkuasa hingga 10 tahun , 20 tahun , namun di ujungnya sejarah yang menilai ," ujar Prabowo.

"Gerindra tidak mau ikut melawan sesuatu di luar penalaran dan kecerdikan ," kata mantan Danjen Kopassus .

Empat fraksi di DPR , termasuk Demokrat dan Gerindra , menginginkan ambang batas pilpres dalam UU Pemilu sebesar 0 persen.

Sebab , ambang batas pilpres dinilai bertentangan dengan prinsip keserentakan pada Pemilu 2019.

Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR Ahmad Muzani dikala pembahasan RUU Pemilu di rapat paripurna DPR memberikan bahwa aturanpresidential threshold bertentangan dengan konstsi. 


Gerindra memandang aturan ambang batas pilpres pada UU Pemilu juga tidak relevan untuk digunakan pada Pilpres 2019. Sebab , persyaratan ambang batas berdasarkan perolehan bunyi pada Pemilu 2014.

"Apakah mungkin , tiket yang sudah kita robek untuk pertunjukan pesta demokrasi tahun 2014 , mau kita gunakan pada pesta demokrasi berikutnya?" kata Ahmad Muzani.

Sumber: tribunnews

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar